Selasa, 20 Agustus 2013

CEMBURU

                Berawal dari saat mulai memasuki masa SMA – oke, MAN – di Insan Cendekia. Ya, tentu saja, saya bertemu kalian, teman-teman baru.
                Banyak sekali hal baru yang saya temui di sekolah ini, lebih spesifiknya masalah agama. Jujur, keluarga saya bukanlah sebuah keluarga yang agamis. Tapi kami berusaha tetap berada dalam koridor Islam. Dan ayah, beliaulah yang bersikeras agar buah hatinya menempuh pendidikan di sekolah Islam – oke, TK ga diitung soalnya bukan TK Islam. Hehe.
                Balik lagi ke topik awal. Insan Cendekia dengan segala atributnya telah mengubahku. Aku jadi lebih tahu tentang agama. Yang paling terasa sih, masalah hijab. Kita perjelas, disini yang dimaksud hijab adalah penutup aurat, untuk memudahkan penyebutan.
                Saya baru memahami dengan benar pentingnya hijab sejak disini. Jujur, saya memutuskan untuk mulai berkerudung sejak awal masuk SMP – oke, MTs. Waktu SD sih, memang diharuskan berkerudung, karena sekolah Islam. Tapi selepas sekolah, ya, lepas juga kerudungnya. Hehe.
                Awal masuk MTs, itupun juga belum bisa konsisten. Pergi bareng orangtua, kadang lepas, tapi seringnya pake *eh atau kebalik?-,-. Pergi bareng temen, juga kadang lepas kerudung. Semakin tinggi tingkatan kelas – maksudnya dari kelas 7 naik ke kelas 8 dst – semakin sering juga keluar rumah dengan berkerudung. Tapi terkadang, buat pergi ke warung dekat rumah saja, malas untuk menggunakan kerudung *astaghfirullah.
                Di asrama, saya sering share dengan teman tentang kisah awal mula kami berkerudung. Contohnya, seorang teman kamar saya. Dia sudah mulai konsisten menggunakan kerudung sejak TK. TK, broh! Bandingkan dengan saya yang baru bisa konsisten berkerudung saat hampir lulus MTs.
                Hal inilah yang mau tidak mau membuat saya CEMBURU. Andai saja saya diberi kesadaran lebih awal untuk melaksanakan kewajiban agama yang satu ini. Tapi toh, yang lalu biarkan berlalu untuk dijadikan pelajaran.
                Saya masih ingat pertama kalinya saya mengenakan kerudung – untuk jalan-jalan, bukan ke sekolah. Yah, meskipun kerudung itu pendek dan kurang sesuai dengan ketentuan kerudung yang baik menurut Islam. Tapi ibu saya langsung memuji saya bahwa saya CANTIK pake kerudung. Nah, disini saya masih ragu, apakah pujian itu karena saya memang cantik *uhuk* atau karena saya anak beliau dan ibu saya adalah ibu saya (?). Tapi sudahlah, saya tidak ingin membahas itu.
                Kalau ditanya, alasan awal saya mengenakan kerudung adalah karena IKUT-IKUTAN. Cupu, memang. Tapi kenyataannya seperti itu. Ikut-ikutan ibu saya, teman-teman saya. Tapi semakin lama saya semakin sadar, bahwa tujuan utamanya adalah untuk mencari ridho-Nya.
                Semenjak di IC, saya belajar tentang cara berpakaian yang baik dan sesuai syariat Islam. Saya banyak belajar dari teman-teman saya yang lebih memahami agama daripada saya. Dan semakin banyak saya belajar, semakin saya sadar bahwa saya masih jauh dari sosok muslimah sejati :”(

                Tapi, semoga Allah selalu memudahkan jalan kita semua untuk menjadi sosok muslim sejati dan dikumpulkan di surga-Nya kelak. Aamiin.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar